Perayaan Ultah Persebaya Yang Ke 92
Wisma Eri Irianto yang beralamat di jalan Karanggayam No. 1, Surabaya, senin malam (17/6/19) malam ramai dikunjungi Bonek. Biasanya, tempat yang dulunya menjadi mes para pemain Persebaya Surabaya selalu sepi dimalam hari. Bonek berkumpul disana lantaran manajemen Bajol Ijo mengadakan tasyakuran untuk merayakan hari ulang tahun Persebaya Surabaya. Klub yang juga berjuluk Green Force itu genap 92 tahun pada selasa 18 mei 2019. Acara ini dibuat untuk menyambut detik-detik masuknya tanggal tersebut.
Sejumlah tokoh hadir dalam acara penting di halaman gedung tersebut. Enam pemain Persebaya Surabaya hadir, yaitu Ruben Sanadi, Hansamu Yama, Rendi Irwan, Oktafianus Fernando, Damian Lizio, dan Irfan Jaya. Ada juga pelatih kepala Djajang Nurdjaman dan asisten pelatih Bejo Sugiantoro.
Manager Persebaya, Candra Wahyudi, juga duduk bersama mereka. Hadir juga mantan pelatih Persebaya, M. Basri. Tak ketinggalan ada Uston Nawawi yang berstatus mantan pelatih juga terlihat. Beberapa perwakilan dari Panti Asuhan Bonek Sidoarjo juga disana. Managemen Persebaya mengirim undangan secara terbuka lewat unggahan di akun instagram resmi. Dalam pengumuman itu, tercantum acara akan dimulai pada pukul 22.00 WIB.
Namun, rencana itu tidak berjalan mulus. Acara tersebut molor 1,5 jam dari jadwal. Rangkaian acara baru dimulai pukul 23.30 WIB dengan diisi beberapa sambutan pertama.
"Alhamdulilah, kami berkumpul di gedung bersejarah ini dalam acara ulang tahun Persebaya Surabaya ke 92 tahun. Selamat untuk Persebaya, semoga ke depan Liga 1 semakin membaik dan bisa memujudkan ekspektasi Bonek semua", kata pelatih yang akrab di sapa Djanur itu dihadapan Bonek yang berjumlah ratusan saja. Sebutan bersejarah untuk wisma Eri Irianto tak berlebihan. Selama ini, tempat ini dikenal menghasilkan pemain binaan kompetisi internal. Dulu, pemain senior Persebaya juga menempatinya sebagai tempat tinggal. Tapi, Ruben Sanadi dkk kini sudah menempati apartemen dikawasan Surabaya Selatan yang dijadikan sebagai mes pemain. Wisma Eri Irianto menyisakan beberapa foto dan tropi juara sebagai penanda tempat sejarah dan menyimpan kenangan.
Dalam kesempatan ini, tim Persebaya Surabaya mengucapkan terima kasih tiada henti kepada Bonek sudah mendukung di GBT (gelora bung tomo) atau manapun. Bonek selalu ada dan memberi dukungan", imbuh pelatih berusia 60 tahun tersebut.
Bonek sudah memberikan tepuk tangan meriah kepada Djanur, meski beberapa orang melontarkan kalimat negatif. Pernyataannya kemudian memantik reaksi dengan teriakan yang lebih ramai dan lebih dari sebelumnya. "Kami mohon maaf, sampai tiga pertandingan belum bisa memberikan yang terbaik. Mudah-mudahan kami bisa bangkit. Kami berusaha terus berlatih dan memujudkan target meraih poin agar Persebaya kembali ke papan atas Liga 1," ucap Djanur.
Ssbagian Bonek memberikan apresiasi atas sambutan Djanur. Pernyataannya memunculkan harapan untuk segera bangkit. Namun, banyak pula yang mencibir melihat keterpurukan Persebaya. Persebaya belum berhasil menang dalam tiga pertandingan di Shoope Liga 1. Hasil itu membuat klub yang berdiri sejak 1927 itu terjebak di peringkat ke-13 dengan koleksi dua poin. Tokoh-tokoh yang hadir itu duduk bersila di teras wisma Eri Irianto. Tepat di depan mereka tumpeng yang menjadi simbol acara. Sebagai penutup, pemotongan tumpeng dilakukan oleh kapten Persebaya, Ruben Sanadi, jelang pergantian tanggal. Tak lama, giliran Hansamu Yama yang meniup kue ulang tahun saat sudah masuk selasa (18/6/19) dini hari. Acara kemudian diakhiri dengan menyayikan lagu selamat ulang tahun yang dipopulerkan Jamrud dan athem kebanggaan Bonek, Song For Pride. Setelah sempat berebut foto bersama dengan pemain Persebaya,Bonek kemudian membubarkan diri dan meninggalkan wisma Eri Irianto.
